PT. Yala Githa Tama didirikan pada tanggal 04 Agustus 1964 melalui akta Notaris No.2 dihadapan Tuan Soetrono Prawiro Atmojon, Sh Notaris di Jakarta, yang telah mengalami beberapa kali perubahan, pada tahun 1995 disesuaikan dengan undang-undang No. 1 tahun 1995, yang telah dimuat dalam Akte No. 30 tertanggal 09 Agustus 1997 dibuat dihadapan Ny.Nelly amali, SH Notaris di Cirebon, yang telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-1954.HT.01.04.TH98 tertanggal 20 Maret 1998 dan terakhir telah disesuaikan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 yang telah dimuat dalam Akte No. 50 tertanggal 24 September 2008 dibuat dihadapan Tuan Jaenudin Umar, SE, SH, MKm. Notaris di Cirebon yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-92389.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 02 Desember 2008.
Bidang usaha yang digeluti mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengirimandan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut atau udara yang mencakup kegiatan penerimaan, penyimpanan, sortasi, pengepakan, penandaan, pengukuran, penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen angkutan, perhitungan biaya angkutan, klaim, asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lain yang berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya.
Saham PT. Yala Githa Tama dimiliki oleh PT. Jala Bhakti yasbhum dan Yayasan Sosial Bhumyamca Dengan jumlah Asset sampai pada tahun 2009 telah mencapai + 25 miliar.
Memiliki 8 (delapan) gudang dengan luas 18.753 M2, 6 (enam) gudang luas 13.593 M2 berlokasi di Lini I Pelabuhan Cirebon, di Kabupaten Kuningan dengan luas 2.640 M2 dan berlokasi di Kabupaten Bandung luas 2.520 M2 dan Gedung Perkantoran.
Langkah yang ditempuh secara terus menerus meningkatkan performasi dengan mamantapkan kinerja setiap area fungsional organisasi secara terpadu dan menyeluruh serta fleksibel. Menjalin kemitraan dengan prinsif saling menguntungkan serta membangun jaringan kerja (network) dengan berbagai usaha baik pada tingkat nasional maupun internasional utamanya dibidang Shiping dengan menjadi anggota INFA (International Freight Forwarding Assosiation) dan menjadi anggota APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia).
Dalam menjalankan pekerjaan bongkar muat /Freight Forwarding ditunjang dengan leberadaan gudang-gudang yang strategis di Lini I Pelabuhan Cirebon dan Kbupaten Kuningan serta Kabupaten Bandung yang selalu diprioritaskan pemeliharaannya dan kebersihannya, saat ini dalam keadaan dikontrakan kepada mitra kerja.
Pengalaman yang telah lama digelitu dalam bidang pekerjaan bongkar muat membawa pengaruh dan jaminan bagi perusahaan, sehingga sampai saat ini masih tetap eksis sekalipun krisis global masih mendera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar